
































Mungkin ada yang baru dengar tentang hal yang 1 ini, bahkan ada yang ga percaya dengan adanya hantu. Tapi percaya atau tidak sekarang ini telah hadir teknologi ( mungkin ada yang menyebutnya sebagai mainan dsb nya ) sebuah alat yang dapat mendetect apakah disuatu tempat ada hantu atau tidak. Alat seperti ini disebut Baketan , ntah apalah namanya ada yang menyebutnya Baketan ada juga yang menyebutnya Ghost Detector dsb nya.^^


![]() | |
Kalau mobil bermesin hybrid masih mengaktifkan mesin konvensional berbahan bakar minyak fosil yang didukung oleh baterai, tapi untuk mobil bertenaga angin yang dikembangkan sebuah perusahaan di New York, AS, ini benar-benar tak menghasilkan emisi.
Mobil bergerak dengan memanfaatkan propulsi udara yang dimampatkan.
Dikembangkan oleh seorang mantan insinyur di Formula Satu yang kini bekerja di European MDI Corporation, mobil angin ini sudah siap memasuki tahap pembuatan prototipe.
Setelah melakukan serangkaian kesepakatan yang diduga dilakukan bersama Tata Motors dan sejumlah produsen otomotif Jepang, MDI baru saja memberikan lisensi teknologi anyar itu kepada Zero Pollution Motors yang berbasis di New York.
Perusahaan otomotif Amerika itu akan memproduksi mobil tenaga angin dengan kapasitas enam tempat duduk.
Bahkan pabrikan mobil ini membidik pasar Amerika dengan target harga kurang dari US$ 18.000 untuk model perdana yang akan meluncur pada 2010 ini.
Menurut Technoride, Zero Pollution akan mengembangkan mobil tenaga angin yang mampu digenjot hingga kecepatan puncak 150 km/jam dengan daya jangkau sekitar 800 mil.
Kereenn ye???!!
Di era digital sekarang ini, menyimpan cetakan foto di dompet rasanya sudah ketinggalan jaman, apalagi fotonya gitu-gitu saja. Gimana kalau menggunakan i-wallet? Selain seebagai dompet, gadget ini pun bisa menampilkan beragam pose foto digital secara random.
Ehhm...Asslm Walaikum Wr Wb..haha..Bentuknya Kayak ular jak mah!! Koment yee...Arigato...=P


Saat ini sepertinya konsep rumah tersebut memang lebih cocok untuk diterapkan di negara empat musim. Untuk di Indonesia yang beriklim tropis tentu diperlukan adaptasi. Misalnya untuk dindingnya, bahan batu mungkin lebih cocok karena di sini matahari bersinar sepanjang tahun. Jadi cenderung lebih banyak panas. Yang jelas rumah di iklim tropis juga bisa didesain agar hemat energi. Antara lain dengan memperhatikan penataan ruang dan ventilasi. Referensinya pun kini juga sudah banyak tersedia. Jadi kita pun sebenarnya juga bisa memiliki rumah hemat energi dengan mudah.
Commentnya Mana?????

Sebuah teknologi dikembangkan oleh Sarah Logie and Connor Dickie dapat digunakan untuk menciptakan citra yang tidak terlihat mata, tapi kasat kamera digital. Teknologi ini dapat diterapkan untuk beraneka macam hal, misalnya mencegah pembajakan (film yang diputar di bioskop bisa diberi teks tak kasat mata, namun akan muncul jika direkam), memberi label pada lukisan (ketika lukisan difoto, akan muncul informasi tambahan), dan bahkan fashion (ketika seseorang di foto, akan tampil label atau gambar di pakaian yang dikenakan).
Seperti diketahui, kepekaan kamera digital berbeda dengan mata manusia. Kepekaan yang berbeda ini bisa dibuktikan dengan mudah: kamera digital dapat “melihat” signal infrared yang dipancarkan oleh remote control, atau piranti lainnya (misalnya PDA). Cobalah menekan sebuah tombol di remote Anda, dan jika remote tersebut masih bekerja dengan baik, Anda bisa melihat cahaya yang dipancarkan, dari kamera digital atau kamera ponsel Anda.
~ Context-Sensitive Display Technology. kameraflageTM technology encodes a layer of information that can only be viewed by the human eye when looking at an image of the scene taken by a camera.
~ Software: No software needs to be installed on a camera-phone or digital camera for kameraflageTM to work. This ensures a very large potential user-base.
~ kameraflage cinemaTM addresses the issue of movie piracy by working with cameras rather than against them. We recognize that it is imposible to completely secure content that is meant to be viewed by the public. It is generally understood that all DRM implementations can and will be circumvented. With this in mind we set out to create a technology that adds value to the cinema experience. Our unique approach creates additional ways to communicate with movie-goers and opens new opportunities for generating revenue by inviting them to use their cameras in the cinema.
kameraflageTM technology is invisible to the naked eye. This means that the traditional movie experience is not altered for those who do not wish to participate.
Using kameraflageTM technology allows subtitles to only be shown to people who want to see them. All they have to do is watch their cameraphone watch the movie!
It is also possible to leverage the power of mobile communication with kameraflageTM. Imagine tapping into the power of social-networks and word-of-mouth to bring attention to one's IP. The possibilities are limitless!
~ kameraflage billboardTM technology allows advertisers to place messages in new locations and situations. There are locations where it is currently inappropriate to place branded messages. This is true for historic locations, galleries, museums, etc. Using kameraflage billboardTM advertisers can place their messages in these locations without altering the naked-eye experience. As soon as someone takes a photograph your message becomes apparent.
Encourage audiences to seek out your messages. Build your brand around an interactive experience, where discovery, sharing and technology play a leading role.

~ kameraflage fashionTM forces people to think about the reproduction of images in the age of ubiquitous digital imaging devices. Kenneth Cole once said that "In cities everyone is on camera hundreds of times each day. Will you be dressed for it?". kameraflageTM is uniquely positioned to allow designers to create garments and accessories that speak specifically to those who are viewing through a digital camera viewfinder or who view the resulting digital image.
kameraflageTM allows for a new level of expression for those who are required to wear a uniform. Students at private schools and employees of chain-stores will be able to express themselves to their cameraphone toting peers. Will entities that seek to enforce dress-codes be able to combat this technology? Because it is only perceptible within the confines of mediated reality (cyberspace), yet exists in physical-reality, any attempt to control this form of expression will result in forcing people to discuss this decidedly modern grey-area.
Our first hand-made prototype was worn by international model anina.net at the 2006 Fall Fashion Week in Paris, France.

In the photo above you can see that the thunder-cloud has a lightening-bolt appear in the photograph. This and other designs will be showcased at the ACM SIGGRAPH Unravel (site will be live soon) fashion show on August 6th in San Diego, California.